✷ [BOOKS] ✫ Perahu Kertas By Sapardi Djoko Damono ❁ – Motyourdrive.co.uk

Perahu Kertas files Perahu Kertas, read online Perahu Kertas, free Perahu Kertas, free Perahu Kertas, Perahu Kertas 1fb1b9f51 Amazing Books, Perahu Kertas Author Sapardi Djoko Damono This Is Very Good And Becomes The Main Topic To Read, The Readers Are Very Takjup And Always Take Inspiration From The Contents Of The Book Perahu Kertas, Essay By Sapardi Djoko Damono Is Now On Our Website And You Can Download It By Register What Are You Waiting For Please Read And Make A Refission For You


10 thoughts on “Perahu Kertas

  1. says:

    Yang fana adalah waktuKita abadiKalau ada penulis puisi di Indonesia yang saya suka karena saya nggak terlalu dalam menyukai puisi , jawabannya bukan Chairil Anwar atau W.S.Rendra terlepas dari fakta bahwa mereka berdua itu penulis puisi beken Indonesia tapi adalah beliau ini, Pak Sapardi Djoko Damono Puisi pertama yang menarik minat saya adalah puisi Yang Fana Adalah Waktu , yang saya temukan secara kebetulan di salah satu cerpen yang saya baca di majalah Pertama kali baca dan saya langsung jatuh cinta, bahkan sampai sering saya deklamasikan di angkot bersama teman saya waktu SMP Begitu SMA, saya beruntung ternyata perpustakaan sekolah punya copy dari antologi Perahu Kertas, yang di dalamnya terdapat puisi kesukaan saya Saya baca dan seperti saat pertama kali membaca Yang Fana Adalah Waktu saya kembali jatuh cinta pada tiap puisinya.Puisi puisi karangan beliau selalu menceritakan tentang kehidupan dan kematian, yang dikemas dengan bahasa yang indah dan terkadang sulit dicerna maksudnya tapi itu mungkin karena saya membacanya waktu masih SMA , tapi begitu berhasil menghayati maksud dari puisinya, kita bisa mendapatkan sebuah prosa yang sangat indah Tapi, yang fana adalah waktu, bukan tanyamu Kita abadi.


  2. says:

    Saya punya bukunya Meski kalau diminta untuk menunjukannya saya haru ngubek tumpukan buku dulu Beli tidak sengaja di Palasari Di toko buku yang biasa buka siang hari itu Saya menemukan di tumpukan bukunya yang tampak tidak tertata Terakhir saya ke Palasari bersama rekan rekan Durjana dan Dycka saya tidak lagi melihat toko si bapak itu buka Duh, kok baru sadar Sudah tutup atau merger dengan toko lain Kangen saya untuk berbincang tentang buku yang sedang populer dan isinya Si Bapak yang satu ini cukup saya dengar rekomendasinya Teman saya si Randu malah memujinya dia bisa menebak selera baca pengunjung tokonya dan memberikan rekomendasi yang baik Yah semoga sukses dan sejahtera saja buat si Bapak Seperti Bapak Ampera yang kemarin saya kunjungi.Buku ini sendiri sosoknya tipis Kertasnya terbilang artistik Kertas stensilan yang membuatnya ringan selain memang ketipisan halaman buku ini Buku yang Sempat saya temukan tak lama saya membeli buku Hujan Bulan Juni di Gramedia Merdeka Bandung Isinya sebenarnya semua ada di buku Hujan Bulan Juni Jelas puisi yang ada di buku ini lebih tua dari buku Hujan Bulan Juni yang terbitan Grasindo Beberapa yang tercantum lagi di buku Hujan bulan Juni adalah Hatiku Selembar Daun, dan Kepompong Itu, Yang Fana adalah Waktu, Kuterka Gerimis, termasuk juga Perahu Kertas.Soal isinya Buat saya SDD selalu mendedahkan makna terdalam dari dikotomi prosa yang puitik dan puisi yang prosaik Saya menemukan kalimat itu di buku Rahmat Djoko Pradopo Kalimat yang sulit saya rumuskan Awalnya hanya mengucap simbol dalam puisi SDD selalu dirangkai dalam kalimat yang terbilang panjang Tidak selalu patuh pada rima puisi tradisional yang lazim saya pahami Dikotomi yang disajikan oleh Rachmat Djoko Pradopo berhasil merumuskan hal yang saya maksud atas puisi SDD buat saya Suguhan poetikanya selalu membuat saya ngelangut Selain itu, bahasa yang khas dan kesetiaan SDD pada hujan, waktu, dan hal remeh yang berhasil dikemas dalam liris puisinya merupakan hal yang tak bosan untuk selalu dikunyah saat suntuk dengan kalimat teknis bacaan wajib Dalam kalimat seorang kawan, dia menceritakan kekagumannya lagi, SDD menuliskan sebagian puisinya ketika ia SMA Jaman SMA Duh. pengajaran sastra yang segitu gitunya membuat saya lari ke sejarah.Ah sudahlah Ini bukan review, bukan juga bermaksud menjadi lembar puja puji Ini hanya keterbatasan saya untuk mengucap terimakasih kepada Pak SDD atas sajaknya yang merupakan halte istirahat diantara serakan istilah akademis yang rigid.Terimaksih Pak SDD yang telah banyak membuat saya terpana karena Sihir Hujannya Sihir yang menuding diam saya sehingga akrab dan tidak berebut eksistensi dengan bayang bayang sendiri saat Berjalan Ke Barat Waktu Pagi Hari.Saya Cuplik sajak Perahu Kertas yang menjadi judul buku ini Sajak lainnya silakan ditilik ke halaman ini PERAHU KERTAS Oleh Sapardi Djoko DamonoWaktu masih kanak kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali alirnya Sangat tenang, dan perahumu bergoyang menuju lautan Ia akan singgah di bandar bandar besar, kata seorang lelaki tua Kau sangat gembira, pulang dengan berbagai gambar warna warni di kepala.Sejak itu kau pun menunggu kalau kalau ada kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari rindu mu itu.Akhirnya kau dengar juga pesan si tua itu, Nuh, katanya, Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit


  3. says:

    Like his other works, in this book, Sapardi focused on the human condition rather than revolutionary and social ideas His poems are simple yet pregnant imagery from everyday life PAPER BOAT When you were a child you made a paper boat and sailed it on the river shore the stream flowed gently, and your boat swayed its way towards the ocean It will stop at every big port, an old man told you Feeling happy, you went home with vibrant pictures in your head Since then you kept expecting to hear by chance any news about the boat that was always on your mind At long last the message reached you from that old man, Noah He said, I used it in a big flood and your boat is now stranded on a hill somewhere METAMORPHOSIS a stranger is taking off your clothes layer by layer, seating you in front of the mirror and tempting you to ask, whose body am I wearing right now a stranger is quietly writing down your life story, reflecting on your birthdate, making up the story of the reason of your death a stranger is quietly turning into yourself


  4. says:

    Books 38 2018 2,7 dari 5 bintang Lagi lagi dibuat banyak tidak pahamnya ketimbang isi puisi dari eyang Sapardi Djoko Damono ini. Ada beberapa yang paha tapi saya lagi gak mau berfikir keras untuk memahami isi suatu puisi hahahaBaru tahu kalau ini versi cetak ulang tahun 1983 dikirain saya puisi baru lagi padahal yang hujan bulan juni saja saya belum membacanya. masih anteng dan damai didalam TBR wkwkk Terimakasih Gramedia Digital Premium


  5. says:

    93 2018


  6. says:

    Takut Kata itu milik kalian saja, para manusia Aku ini si bunga rumput, pilihan dewata Bunga, 1 SDD


  7. says:

    Tuan, jangan kauganggu permainanku ini.


  8. says:

    Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan Sejak kecil, Kugy menggila gilai dongeng Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng Cita citanya hanya satu ingin menjadi juru dongeng Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi Diam diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos panggilan yang dengan semena mena diciptakan oleh Kugy Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal Pilik dan kawan kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul Jenderal Pilik dan Pasukan Alit Kugy menulis kisah tentang murid muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan Masa masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan pelan Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan Keenan mulai bisa melukis lagi Berbekalkan kisah kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya Kugy meniti karier dengan cara tak terduga duga Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu Namun Remi melihat sesuatu yang lain Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda Dan kembali, hati mereka diuji Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, Perahu Kertas tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.


  9. says:

    Aku berdiri jenuh ditepi waktuSenandung gamang berlarik menjadi kepalan debuJariku yang salah, buta melipat aksaraJika Aku mengemis kepada mata yang menatap punuknyaAkulah yang hidupTerdalam,terkandas kabari Aku.


  10. says:

    Yang fana adalah waktuKita abadiSeharusnya kita bertemu sebelim waktu ini muncul Ah bapak Sapardi aku benar benar ingin bertemu _


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *