➲ Rahasia Hujan Read ➺ Author Adham T. Fusama – Motyourdrive.co.uk


10 thoughts on “Rahasia Hujan

  1. says:

    Novel kedua saya Semoga kalian menikmatinya.


  2. says:

    Tunggu saya online pake PC.Mumpung belum lupa, saya langsung review sekalian deh set hide entire review because of spoilers biar leluasaPerasaan saya setelah beres baca buku iniAgak campur aduk sejujurnya Jadi sebenarnya saya merasa label novel thriller di kover buku ini misleading Di sisi lain, mengabaikan label yg misleading itu, saya gak ada masalah dengan ceritanya.Dibahas agak lebih detail aja kalo gitu terkait karakter dan ceritanya yak.KarakterKalo boleh ngebandingin dengan Dead Smokers Club Part 1 karya Mas Adham T Fusama kenapa namanya terasa kurang lengkap kalo gak disebutin semuanya terdahulu, saya lebih suka Rahasia Hujan karena karakternya lebih sedikit serta lebih fokus membahas karakter2 yg lebih sedikit itu Pandu protagonisDia tipikal cowok baik dan perhatian tapi gak sampe perfect sempurna, jadi acceptable buat saya.Sebenarnya, cerita novel ini lebih mengisahkan ttg gimana prosesnya Pandu ini jadi rusak Bisa dibilang akhir buku didominasi oleh Pandu yg depresi dan histeris Nadine pacar PanduStatus mati v Dia tipikal cewek yg menyenangkan, saya cuma bisa bilang gitu Again, gak menguarkan aura perfect, tapi saya bakalan gak sebel ke dia kalo Nadine adalah teman sekelas gw jaman SMA dulu Mamet temennya PanduKribo tukang lawak yg temen terbaiknya Pandu May I ship them No Aww, pity Di akhir cerita dia diindikasikan mengalami semacam survivor guilt di akhir cerita, tapi sayangnya hal tersebut tidak sempat didalami lagi Anggi stalker, gadis obsesif, pelaku semua kekisruhan dalam cerita, antagonisSaat selesai membaca, saya memiliki dugaan bahwa karakter Anggi itu dibuat berdasarkan The Otaku Murderer, Tsutomu Miyazaki dan pelaku Akihabara Massacre.Soal karakter2 di atas Karena tidak ada eksplorasi yg mendalam itu, saya sulit merasa simpatik pada karakter2nya vSemisal, Anggi.Diceritakan dia sangat kurang kasih sayang makanya berubah jadi rada edan Tapi kekurangannya akan kasih sayang itu tidak sampai ke pembaca, alhasil malah dia untuk bbrp pembaca kesannya cupu banget cuma gara2 patah hati dan merasa gak disayang bisa jadi sinting v Kalau kita merujuk ke The Otaku Murderer, dia memang punya cacat yg membuatnya rendah diri dan bahkan sampai dijauhi semasa sekolah, sementara pelaku Akihabara Massacre disinyalir didikan orang tuanya kelewat keras hingga dia jadi tertekan, breakdown dan prestasinya turun, diperparah dengan gak punya teman dan dilanjutkan dengan gagal masuk universitas pilihan.Dibandingkan dengan Anggi yg di cerita hanya dinyatakan kurang kasih sayang perhatian , Otaku Murderer dan pelaku Akihabara Massacre terasa punya motivasi lebih kuat dengan sejarah pernah melakukan violence tidak parah sebelum akhirnya meledak jadi sesuatu yg lebih besar Di sisi lain, Anggi terasa seperti tiba2 meledak.Pandu masih lebih kerasa depresinya, tapi karena bagiannya dia banyak juga menceritakan ttg gimana org2 di sekitarnya, galian depresinya rada nanggung.CeritaUntuk cerita, saya merasa ada banyak eksplorasi yg bisa dilakukan di dalam cerita, yang entah karena alasan apa tidak terjadi.Alih2 menekankan pada hal2 yg mencekam penemuan2nya Pandu, teror yg dialami Nadine, Mamet yg kehilangan ponsel , penceritaannya meluas jadi lebih seperti cerita drama agak romantis di setting sekolahan.Seandainya yg digadang2 adalah bahwa novel ini adalah novel drama tragedi, saya seriusan mempertimbangkan bintangnya jadi 3 Soalnya thrillernya sendiri nggak gitu dapet padahal dilabelnya novel thriller.Btw, saya suka caranya Mas Adham T Fusama kalo lagi deskripsi tempat Lengkap dan cukup detail tanpa kelewat bertele2.Daaan, satu hal lain yg saya suka dari cerita ini adalah kisi2 yg ternyata berasal dari video Anggi dan di awal sempat ditempatkan sedemikian rupa hingga saya kira videonya adalah video Mamet yg utk diikutsertakan lomba DKayaknya segitu aja review kali ini.Tetap semangat Mas Adham T Fusama saya beneran gak bisa gak nulis nama pengarangnya selengkap2nya v


  3. says:

    Rahasia Hujan adalah novel kedua dari Adham T Fusama, yang sebelumnya telah menulis Dead Smokers Club sebagai buku perdananya sekaligus debutnya sebagai seorang novelis Tampil berbeda bila dibandingkan dengan buku perdananya, Adham mencoba untuk mengangkat genre romance suspense thriller dalam Rahasia Hujan Dieditori oleh J Fisca, Rahasia Hujan terbit di Moka Media Rahasia Hujan bercerita tentang seorang pemuda bernama Pandu, yang masih duduk di bangku SMA, yang pada suatu ketika di sekolahnya lebih spesifik di kelasnya, kedatangan seorang murid baru perempuan dari Jepang bernama Anggi Berbeda dengan Pandu yang energik, bersemangat dan beraura positif, Anggi adalah tipikal gadis pendiam, menarik diri dari pergaulan sehari hari dan beraura negatif Sederhananya, Pandu adalah seorang ektrovert dan Anggi adalah seorang introvert Dan segalanya bermula ketika Anggi dan Pandu harus menjadi teman sebangku Hal yang menarik dari Rahasia Hujan adalah Adham mencoba untuk memasukkan unsur Jejepangan di dalam novelnya dengan sehalus mungkin, tanpa menimbulkan kesan memaksakan Seorang murid pindahan dari Jepang Beberapa dialog dalam bahasa Jepang Dan maskot dalam novel ini, seperti yang bisa dilihat pada kaver Teru teru Boju Tapi Bagi saya, yang paling menarik dari unsur Jejepangan di dalam Rahasia Hujan adalah karakterisasi Anggi yang langsung mengingatkan saya pada satu istilah dalam bahasa Jepang hikikomori Penyendiri akut.Sebagai sebuah novel, Rahasia Hujan memiliki kaver yang menyenangkan untuk dinikmati Peletakkan setiap kata di kaver judul dan nama penulis terasa sangat pas, apalagi dengan kumpulan teru teru boju merah tua, hitam dan putih Dan, ya, sampai sekarang saya masih penasaran, kenapa di antara semua teru teru boju hanya satu yang tersenyum seperti sedang menikmati sesuatu dan berwarna merah Dan, bonus pembatas bukunya pun menarik Saya harus mengakui, dibandingkan buku terbitan Moka Media lainnya yang telah saya beli, Rahasia Hujan memiliki pengemasan yang menarik Meski baiklah, ini sangat subjektif sekali satu halaman lebih untuk sekedar endorsment seakan ingin menutupi ketidakpercayaan penulis terhadap buku yang ditulisnya, sehingga harus diperlukan banyak endorsment untuk meyakinkan calon pembacanya.Sebelum memulai proses pembedahan Rahasia Hujan , saya harus mengungkapkan sedikit kekecewaan saya kalau saya tidak salah melewatkan, ada 15 kesalahan ketik typo di sepanjang 272 halaman Rahasia Hujan Tidak banyak, tapi cukup untuk membuat saya gregetan, karena, bagi saya pribadi, buku yang menyenangkan untuk dibaca adalah buku yang kesalahan ketiknya, kalau bisa, nihil Semoga Rahasia Hujan bisa tembus cetakan kedua, jadi, bisa sekaligus untuk memperbaiki typo yang ada Rahasia Hujan diceritakan melalui sudut pandang orang pertama pov 1 , yaitu Pandu Berita baiknya, Adham cukup berhasil dengan pov 1 nya Saya katakan cukup berhasil, karena di sepanjang cerita, Adham benar benar memosisikan cerita dari pov aku sehingga ketidaklogisan sudut pandang berhasil diminimalisasi Bayangkan kalau ada cerita yang ditulis dengan pov 1 tapi mengetahui segala sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh orang lain maupun hal hal yang di luar kendalinya sebagai aku Saya katakan cukup berhasil, karena Adham tidak berusaha memaksimalkan keterbatasannya sebagai aku Maksudnya, begini, siapa pun yang benar benar membaca Rahasia Hujan sejak halaman pertama, sampai dengan bagian bagian di mana mulai muncul ketidakberesan di sekitar Pandu dan Anggi, pasti dapat menebak dengan mudah siapa pelaku di balik ketidakberesan semua itu Tapi Entah karena karakterisasi Pandu yang benar benar naif atau bagaimana, Adham seakan merasa kalau pembaca tidak akan mampu menebak ke mana cerita akan berjalan dengan suara suara Pandu sebagai tokoh sentral Padahal, kalau saja pov 1 benar benar dimaksimalkan oleh Adham, saya yakin kalau Rahasia Hujan tidak akan semudah itu tertebak Tanpa berusaha membandingkan, pemaksimalan pov 1, sejauh ini, yang berhasil, saya baca pada novel Semusim dan Semusim Lagi nya Andina Dwifatma.Penggunaan pov 1 Adham tertolong dengan narasi dan cara bertuturnya yang ringan dan tenang Apalagi, meski pada bagian dialog Adham menggunakan lo gue , saat bertutur, Adham tetap konsisten dengan aku alih alih gue Sebab, kalau pada saat bertutur, Adham menggunakan kata gue , bisa saya pastikan, Rahasia Hujan akan berakhir tepat pada saat kata gue dipakai Hal menarik lainnya pada Rahasia Hujan tapi hanya pada bagian bagian tertentu adalah teknik bertutur Adham yang mampu menimbulkan imaji kelam dan mencekam secara seketika Misalnya, pada fragmen fragmen pendek ketika Adham menggunakan pov 3 penggunaan dia atau nama tokoh , salah satunya pada fragmen seorang anak kecil yang akan memancing dan menusuk mata pancingnya ke cacing Cara tutur Adham benar benar kelam dan mencekam Tidak banyak yang bisa bertutur seperti itu Seringnya, seorang penulis harus memikirkan hal hal yang seram yang seringnya sudah umum terlebih dulu untuk kemudian menghadirkan nuansa mencekam dan cara bertutur semembosankan ini sering ditemui di buku buku horor yang mulai menjamur sekarang ini Dan Adham adalah penulis yang berhasil menghadirkan nuansa mencekam bahkan melalui hal hal yang sederhana Tapi Seperti yang ditekankan di awal, teknik tutur ini hanya pada bagian bagian tertentu Setelah menyelesaikan Rahasia Hujan , saya gregetan, seharusnya Adham lebih sering bertutur seperti itu, bukan hanya pada fragmen fragmen pendek dan menjelang ending.Seperti yang telah dikatakan di awal, salah satu sisi menarik dari Rahasia Hujan adalah adanya unsur Jejepangan Dan Adham konsisten dengan unsur unsur Jejepangan, setidaknya sampai dengan setengah isi Sampai pada setengah isi Rahasia Hujan , saya harus mengakui dengan adanya unsur unsur Jejepangan dialog, sempilan sempilan budaya di dalam novel ini, menjadi nilai tambah Apalagi, fakta bahwa Anggi tidak begitu fasih berbahasa Indonesia karena lebih lama tinggal di Jepang, sehingga beberapa kali dia harus menggunakan bahasa Jepang Tapi Yang kemudian mengecewakan adalah setengah isi sisa dari Rahasia Hujan seakan kehilangan sentuhan Jejepangannya Bahkan, Anggi mulai jarang berbahasa Jepang Baiklah, ini masih dapat diperdebatkan Tapi Karena Anggi hanya benar benar berkomunikasi dengan Pandu, dan fakta Pandu bisa berbahasa Jepang meski tidak fasih seharusnya, Anggi tidak serta merta langsung fasih berbahasa Indonesia Apalagi di bagian menuju ending, sumpah serapah dan maki makian Anggi benar benar membuat saya surprise dan. tidak habis pikir, sebenarnya Anggi ini pindahan dari Jepang dan memang telah lama tinggal di Jepang atau sebenarnya Anggi memang asli anak gaul Bogor Awalnya, saya membayangkan, ketika menyumpah serapahi keadaannya, akan terselip beberapa kosakata Jepang untuk konsistensi karakterisasi Anggi Setengah isi terakhir Rahasia Hujan seakan menghempaskan setengah isi pertamanya sendiri Tapi Sekali lagi, hal ini masih dapat diperdebatkan.Kelebihan lain dari Rahasia Hujan adalah pada alur dan karakterisasi para tokohnya Alurnya mulus, dan ibarat sebuah film thriller, Adham berhasil membangun adegan demi adegan sebelum mencapai adegan pamungkas Penghargaan tokoh paling segar dalam Rahasia Hujan , saya berikan kepada Mamet Dia berhasil menjadi tokoh dengan karakterisasi paling show dengan segala kekonyolannya baik secara verbal maupun nonverbal meski dengan porsi kemunculan yang jauh lebih sedikit dari Pandu Rahasia Hujan , sebagai novel yang mencoba untuk menjadi antimainstrem adalah sebuah novel eksperimental yang menyenangkan untuk dibaca Alur, karakterisasi, dan gaya tutur yang dibangun oleh Adham setidaknya jadi nilai positif Ending novel Kalau saja Adham dan editornya lebih berani untuk menyajikan akhir cerita yang lebih wah dan berbeda, Rahasia Hujan sudah pasti jadi novel thriller penulis Indonesia pertama yang membuat saya ketagihan dengan genre ini.


  4. says:

    Bagi saya, kekuatan utama dari buku Rahasia Hujan adalah pada narasinya Penulis membuat narasi yang mengalir dan membuat saya mau memaafkan kekurangan kekurangan dari buku ini Bookmark alias pembatas bukunya juga keren, saya sangat suka Apa saja kekurangan buku ini bagi saya Poin utama kekurangan dari novel ini bagi saya adalah terkait dengan isu psikologis yang dibawa view spoiler Beberapa detail membuat saya cukup marah kepada penulisnya, karena lagi lagi berpotensi me leading pembaca ke arah yang salah Misalnya, karakter Anggi yang introvert seperti menjadi penguat untuk membuat Anggi menjadi seorang penderita mental illness Padahal Ya tentu saja tidak Karakter introvert bukan pemicu utama yang menjadi kemunculan seseorang mengalami gangguan mental, apalagi karakter Anggi juga digambarkan seolah mengalami Post traumatic Stress Disorder ketika dia harus meninggalkan Jepang dan meninggalkan cinta pertamanya di sana.Pemicu Anggi menjadi bersikap obsesif terhadap laki laki yang dicintainya, seperti yang dituliskan di dalam blurb di atas bahkan kejadian yang sama juga menjadi pemicu mengapa Anggi membenci hujan membuat saya menjadi berpikir bahwa sikap Anggi terhadap Pandu bukan sekadar diwarnai oleh gangguan mental, seperti yang terus saja dipamerkan oleh penulis di sini melalui narasinya terutama ketika Mamet mengajak Pandu menganalisa perilaku Anggi, yang membuat pembaca di leading ke arah isu tertentu, bahwa Anggi mengalami gangguan mental seperti yang dipamerkan tersebut , melainkan karena peristiwa traumatis yang dialaminya Bahkan, saya juga lebih merasa bahwa kebencian Anggi terhadap Papanya juga diwarnai oleh peristiwa traumatis.Selain itu, saya juga melihat bahwa ketika masalah mencapai klimaks, karakter Anggi seolah dipaksa untuk menjelaskan kepada pembaca bahwa dia sakit Draggy banget pemaksaan ini Anggi membongkar dirinya kepada Pandu dengan mengatakan bahwa dia begini dan begitu, seolah ingin Pandu percaya bahwa dia mengalami gangguan tertentu Ini seperti saya yang mungkin saja tidak mengalami gangguan psikologis A melainkan B memaksa orang untuk percaya bahwa saya mengalami gangguan A, sesuai dengan yang saya inginkan dan saya percayai sendiri, padahal yang sebenarnya menjadi gangguan yang saya alami adalah B hide spoiler


  5. says:

    Hmm sedikit mengecewakan Ahahaha.Oke, langsung ke reviewnya aja deh Pertama sampulnya cukup menarik perhatian Lucu, warna dan gambarnya sederhana, namun sayang sungguh disayang bahasa simbol yang ada di gambar itu ternyata menipu Mestinya di dalam novel ada lebih banyak teru terubozu sesuai dengan yang tergambarkan di sampul Tetapi tetapi ah, sudahlah Setidaknya kalau menurut saya, sampul yang ini jauh lebih baik daripada sampul DSC1, setidaknya lebih kaya secara visual.Satu lagi hal tentang sampulnya, hmm itu bahannya agak aneh Entah terbuat dari apa, namun cenderung lebih gampang rusak kotor daripada bahan sampul standar.Masuk ke sinopsis Novel ini menceritakan tentang Pandu, si aku, dan Anggi Pandu ketua kelas yang perhatian sedangkan Anggi murid pindahan, pendiam, yang membutuhkan perhatian Keduanya tampak klop Namun di antara keduanya ternyata ada Nadine, pacar sempurna Pandu dan Mamet, si kribo yang lebih keren dari Pandu Apakah yang akan terjadi di antara mereka Ohohoho, silakan dibaca saja sendiri Langsung saja saya ungkapkan sederet kekecewaan saya 1 Sudut pandang orang pertama yang tak diekploitirMungkin standar saya untuk POV 1 terlalu tinggi, tetapi pada novel ini saya sungguh menyayangkan datar nya narasi yang dibawakan oleh Pandu Well, saya tidak bilang narasinya jelek Sangat baik, malahan Namun kurang sesuai dengan karakteristik si Pandu Sangat jomplang gaya yang disajikan saat Pandu bernarasi semiformal jika dibandingkan dengan saat Pandu berdialog gaul, santai lu gue.Bahkan saya merasa kalau yang bernarasi adalah Adham si pengarang bukan Pandu si karakter Paling kerasa pada bagian demi nya itu Walhasil, menurut saya, ini adalah kesalahan fatal untuk POV 1 Dengan kesempatan SELURUH BAB NOVEL sebagai ajang karakterisasi, yang muncul malah bukan si Pandu Sayang sekali saya nggak tahu apakah POV 1 itu murni kemauan si pengarang atau suruhan editor, tapi yang jelas buat saya POV 1 di sini GAGAL Yah, tapi saya harus mengatakan, narasi Pandu agak mendingan ketika mendekati bagian akhir cerita Setidaknya lebih terasa emosional.2 Tak ada kejutan di plotYa Tidak perlu jadi jenius untuk menerka Bahkan, hampir tak ada TWIST sama sekali Toh, di blurb juga dikatakan ada sesuatu pada Anggi Pandu dan Nadine digambarkan tidak begitu pintar, karena plot mengatakan demikian Common sense pembaca ternyata diwakili oleh Mamet.Akan tetapi, yang membuat saya bertanya tanya DI BAGIAN MANA PERMAINAN MENGERIKANNYA ITU Kok rasanya di dalam novel tak terjadi permainan seperti itu Satu adegan klimaks yang karena hanya dialami 2 3 orang tidak tampak seperti death game atau apapun.3 Detail perkelahian pada klimaks yang tidak detailLho, bagaimana cara dia melepaskan diri dari ikatan tali Lho, nasib kuenya gimana Lho, kok Lho Kira kira begitulah reaksi saya sewaktu membaca bagian klimaks dari novel ini Terlalu banyak detail yang tak tergambarkan sehingga membuat imajinasi saya seolah buyar.Lalu bagian kelogisan cerita pun Mengapa dia tak mengikat dia saja setelah dia berhasil melepaskan diri dari dia Sekalipun sedang dalam kondisi kacau, saya rasa itu cukup masuk akal untuk dilakukan Tapi ternyata dia malah melarikan diri begitu saja, membiarkan dia terbaring tanpa mengecek dia pingsan atau tidak Kemudian mengapa yang dia bebaskan hanyalah dia Dan lain sebagainya Padahal saya haqqul yakin kalau sebenarnya si pengarang itu jago dalam detail adegan tempur pun jago dalam adegan penyiksaan sadis Sayangnya itu tidak dimunculkan pada novel ini.4 Karakter Pandu yang Sebelum tragedi teru terubozu , Pandu hanya dipamerkan kepada pembaca dengan tingkah baik hatinya, sikap perhatian, atau setiakawan, ataupun sejumlah hal positif lainnya.Setelah dan sewaktu tragedi, Pandu entah kenapa malah tampak menyebalkan buat saya Dia terlalu lebay Seolah dirinya manusia paling menderita di dunia ini Syok dan trauma sih boleh boleh saja Tetapi haruskah seperti itu Dia tokoh utama atau apa Tak adakah inspirasi yang bisa dia bagi kepada pembaca Barangkali cerita ini bakal lebih seru kalau Mamet yang jadi tokoh utamanya.5 Thriller what thriller Bagi saya, thriller itu adalah kisah yang membuat saya thrilled dari awal sampai akhir, dengan setiap adegannya menegangkan dan terus berkesinambungan Namun novel ini belum menunjukkan hal itu.Yah, begitulah sedikit banyak keluhan saya Namun bukan berarti saya kehabisan pujian untuk novel ini 1 Narasinya enakYah, walaupun secara POV1 gagal, tetapi kualitas narasinya sendiri masih top Andai saja ini dibawakan sebagai POV3, mungkin saya tak akan banyak protes Dan entah mengapa, narasi dalam cuplikan filem terasa jauh lebih baik daripada narasi cerita inti.2 Bagian awal ceritanya so sweetSaya sungguh menikmati interaksi antara Pandu dan Anggi.3 Alurnya mengalirDari awal sampai akhir cerita, novel ini enak diikuti.Penilaian akhirSecara keseluruhan, novel ini masih belum membuat saya terpukau Sangat jauh dari yang saya harapkan Elemen tragedinya kurang menohok Tak banyak misteri yang memaksa pembaca sedikit berpikir Semua mudah terprediksi Namun dari segi kepenulisan, terlepas kurang maksimalnya penggunaan sudut pandang orang pertama, novel ini masih layak untuk dibaca Sekedar menghibur di waktu waktu senggang.Sayang sungguh disayangkan, potensi si pengarang belum muncul secara mencengangkan di karyanya yang ini Padahal saya tahu kalau si pengarang punya lebih dari sekadar ini.Saya berikan aslinya 2 bintang, karena kurang memuaskan Tetapi karena pengarang sudah berbaik hati mencantumkan nama saya di bagian ucapan terima kasih , dan itu cukup membuat saya berbunga bunga, maka bolehlah saya berikan tambahan satu bintang lagi Goodluck di novel berikutnya


  6. says:

    Sewaktu aku datang ke acara launching novel ini, yang notabene dihadiri oleh pengarangnya, kalau aku enggak salah ingat, Bro Adham menyebut Rahasia Hujan sebagai suatu romance thriller Aku lumayan skeptis pas mendengar penjabaran itu Karena sejauh yang sudah aku baca dari ceritanya waktu itu yaps, aku udah membelinya beberapa minggu sebelum acara launching , kayaknya ungkapan romance thriller buat buku ini enggak benar benar tepat Romance thriller yang akan pertama aku bayangkan, mungkin sesuatu kayak anime School Days yang cukup kontroversial pada masanya Di dalamnya ada pengkhianatan, bunuh bunuhan, tawa mencekam, bunuh bunuhan, penindasan, intrik, dsb Dan aku lumayan ragu apa cerita serupa itu bisa dituturkan secara wajar oleh, ehem, Bro Adham saat ini Bukan berarti aku ngeharepin dia nulis cerita macem begitu sih Terlepas dari itu, gampangnya banget, novel ini bercerita tentang seorang cowok SMA bernama Pandu, yang sudah punya pacar cantik ideal bernama Nadine, dan punya sahabat cowok berambut kribo bernama Mamet, yang suatu ketika berhadapan dengan seorang murid pindahan muram bernama Anggi Latar ceritanya di Bogor ya, Kota Hujan , di suatu sekolah bernama BOPER Lalu singkat ceritanya banget, dan ini sama sekali bukan spoiler, Anggi ternyata adalah psikopat yang keobsesi dengan Pandu, dan yah, ujung ujungnya bisa kalian bayangkan sendiri Pertama, sama sekali enggak ada yang salah dengan ide cerita ini Cuma, ya itu, kalau mau dikatakan romance thriller, buatku ini masih resep buat thriller biasa Bumbu bumbu romansanya memang banyak, dan itu mewarnai cinta antara Pandu dan Nadine, serta terkait dengan motif yang mendorong Anggi Tapi elemen elemen genre romance pada umumnya yang bikin kita mikir, Dia cinta apa enggak ya atau Mereka bakal jadi apa enggak ya atau Siapa yang akhirnya dipilih ya dan adegan adegan lain yang menggambarkan godaan yang bikin kita harap harap cemas atau berdebar pada akhirnya agak absen dari cerita ini.Kedua, aku dapat kesan bahwa ini jenis cerita yang perkembangannya dibikin oleh penulisnya sambil jalan Jenis cerita yang kau bikin dengan mengeksplorasi kemungkinan kemungkinan yang ada gitu Bro Adham akhirnya memilih untuk mengambil perkembangan yang dark, dan dari segi teknik kepenulisan, kalau boleh aku bilang, kualitasnya udah lumayan bagus Cuma aku enggak bisa berhenti enggak merhatiin potensi potensi perkembangan cerita lainnya yang bisa saja dia ambil Hasil akhirnya, novel ini ibarat b movie yang jelas jelas masih kurang bagus dan bisa bikin kau tertawa karena perkembangan adegannya, tapi masih bisa kau sukai karena masih bisa jadi bacaan yang menghibur Hmm, apa menghibur di sini bener kata yang tepat Mmh, apa aja ya Meski sudah mendapat peringatan dari sahabat baiknya, Mamet, si Pandu masih bodoh dengan caranya bersikap dan berkelakuan di depan Anggi Enggak ada konflik atau keluhan apapun dari Nadine soal gimana hubungan antara Pandu dan Anggi makin akrab, sekalipun semua teman sekelas mereka udah ngejauhin Anggi Lalu pada pesta ulang tahun yang diadakan di rumah Anggi, enggak ada konflik dan keraguan dari teman teman sekelasnya itu yang diangkat Ada satu adegan menarik, sesudah serangkaian kasus pengrusakan dan pencurian, saat Pandu dan Anggi sedang bersama, Pandu menemukan petunjuk yang seakan membuktikan sisi maniak yang Anggi punyai Adegan itu segera diikuti adegan dramatis di mana Pandu meluncur dengan motornya di tengah hujan untuk menghindari Anggi Lalu kesudahannya aku memutuskan untuk bertanya saja pada Anggi besok Gubrak Kalau ada di antara kalian yang enggak merasa ada yang salah dengan adegan di atas, ya enggak apa apa sih Tapi kalau ada yang merasa, yah, kalian tahu maksudku Bagusnya, meski memang punya kelemahan dalam menguraikan detil detil plot ceritanya, Bro Adham berhasil menutup cerita ini secara baik kok Ceritanya berakhir dengan membentuk full circle, makanya aku enggak bisa enggak menghargai hasil kerja yang dia bikin Narasinya baik, walau perkembangan karakternya masih terasa datar Yaps, ada red herring yang menarik soal subplot pembuatan film, yang sayang sekali enggak dikembangkan lagi Karakter karakter sampingannya yang banyak sayang sekali enggak dapat sorotan lebih Lalu kemungkinan kemungkinan lain yang bisa dilakuin para karakternya saat dalam keadaan genting yang sayangnya enggak dieksplorasi lebih jauh Salah satu alasan kenapa dalam film film horor murahan kau ngerasa para karakternya bertindak bodoh Tapi penulisannya rapi dan ada cukup banyak saat di dalamnya saat ceritanya memang jadi menarik Makanya, kukasih nilai 2.7 dari 5 bintang Dibulatkan ke atas jadi 3 dari 5 bintang Kerja bagus buat Bro Adham Sorry, it still kinda sucks But in a good kind of way, and I still kinda like it.


  7. says:

    Udah selesai sejak lamaaaaaa sekali baca buku ini, tapi penyakit malas yg dominan bisa dikatakan 90% dari diri saya membuat diriku males banget nulis reviewnya..Oke, ini tentang Pandu, yg baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung plak yg dapet temen sebangku bernama Anggie Anggie naksir Pandu tapi si Pandu udah punya pacar super perfect bernama Nadine Tapi diam diam Anggie ini psyco gitu ya, dia nge stalk Pandu, ngasih hadiah, dll dan diam diam bikin rencana licik buat ngemilikin Pandu seutuhnya..Well penceritaannya ringan, asik dan ngalir gitu Awal awal ngebaca bukunya, pasti bakal heran kenapa cover depannya horor banget tapi tetep keren euy Tapi lama kelamaan pasti kebaca bahwa novel ini mengandung unsur misterinya gitu Trus, gitu deh dibacok.Paling menurutku, kenapa Anggie bisa jatuh cinta ama Pandu itu agak klise ya, karena mirip orang di masa lalunya dia Salah si Pandu sih, kenapa jadi cowo terlalu baik, kan cewe cewe berasa di PHP in ama dia Tapiiiii meski alasan sukanya klise gitu, pas masuk ke konflik lumayan greget Udah kaya film horor thriller di bioskop gitu digaplok.Dari keseluruhan cerita, jujur aja, bagian pas si Pandu nemu Nadine tergantung di pohon ala teru teru bozu itu bikin saia nangis Serius Mau dibaca berkali kali pun tadi baca ulang lagi tetep aja mengharukan Seolah olah saia ada di sana dan melihat langsung betapa terlukanya Pandu, sakit hatinya dia, dan kehilangannya dia Apalagi pas bagian Pandu menceritakan ulang kisahnya ke reporter itu Saia bacanya penuh penghayatan banget, kaya sosok Pandu beneran ada dan berbagi kisah Keren lah di bagian itu.Intinya, bagian mendekati ending itu bener bener bikin saia banjir air mata Lengkap jadi ingusan sekalian Gak pake bohong deh, suer Trus endingnya yg ada sedikit cuplikan mimpi seandainya Anggie bukan psyco, itu juga bagus sih Tapi bagusan gak ada aja kali ya plak.Yah, begitulah Overall saia suka banget ini novel Keren deh


  8. says:

    Karena ingin menakut2i dan mendorong seseorang agar tidak malu menerbitkan karyanya yang unyu2, maka akhirnya saya beli dan baca buku ini Sudah ingin beli sendiri sejak dulu, tapi embel2 sebuah novel thriller nya malah bikin saya berkhayal dibuli para fans garis keras sang pengarang yang terjebak shamelesspromotion beliau Oke, saya cuma mau kasitau ini aja buat si penulis Tolong setelahnya jangan buli saya yang ga pernah suka kehujanan saat harus menghadiri sebuah wawancara pekerjaan ini Saya ikhlas kasih 3.2 bintang untuk karya ini, yang sudah jauh lebih rapi dan nyaman diikuti dibanding buku pertama beliau.Dah Itu aja.


  9. says:

    Tampilan review yang lebih rinci dan rapi bisa dilihat di blog saya si Penghenti HujanEntah kapan dan di mana, saya pernah membaca bahwa psikopat adalah orang yang melakukan dosa atau kesalahan, namun sama sekali tak merasa berdosa atau bersalah Di tingkat paling ekstrim, dosa yang ia lakukan itu bisa jadi pembunuhan, bahkan pembantaian sadis dan berantai Suara nurani bahkan tak ia pedulikan lagi Dan semua itu dilakukan dengan entengnya seolah olah sedang berjalan jalan di taman Bedakan dengan fanatisme ekstrim, yang menghalalkan segala cara demi meraih kebenaran tertinggi Salah satu pemicu perilaku psikopat ini adalah obsesi yang berlebihan, sedangkan akar penyebab semua itu cukup beragam Dalam novel thriller Rahasia Hujan ini, Adham T Fusama sebagai penulis menunjukkan salah satu contoh perilaku psikopat yang cukup realistis, bahkan cenderung umum Di permukaan, si psikopat tampak amat normal dan cenderung cool Baik pembaca maupun para tokoh lain dalam kisah ini, termasuk Pandu, si tokoh utama dibuat sama sekali tak menduga, tak rela dan tak percaya bahwa tokoh Anggi, siswi pindahan dari Jepang itu psikopat Padahal, sejak melihat cover depan di awal dan membaca sinopsis di cover belakang, pembaca sudah menduga ada yang tak beres dengan Anggi Saat plot digali lebih dalam, bab demi bab, sedikit demi sedikit mulai terkuak misteri di balik tokoh Anggi, si gadis biasa itu Lambat tapi pasti, sisi sisi positif diperkenalkan, yaitu gadis cantik yang cerdas banyak bakat kecuali olahraga sampai memiliki gaya hidup impian tiap remaja Namun, juga ada sisi sisi negatif yang agak menjurus , yaitu kegemaran Anggi menggambar, menonton film horor dan thriller Mungkin jelas salah satu tokoh yang paling ia sukai adalah salah satu psikopat juara sepanjang zaman, yaitu Hannibal Lecter dari film Silence of the Lambs Iseng tebak tebak buah manggis, mungkin ide awal Adham muncul saat mengamati sosok boneka teru teru bozu, boneka takhayul dari Jepang yang selalu digantung di bagian leher nya, dan setelah bertanya tanya mengapa demikian dan melakukan survei secukupnya, muncullah ide untuk mengkombinasikannya dengan nuansa thriller Sebenarnya, cukup mengekspos teru teru bozu saja semua pembaca sudah cukup dibuat penasaran seberapa jauh tindakan psikopatik Anggi nantinya Mungkin juga petunjuk petunjuk menjurus psikopat lain sengaja ditambahkan untuk memancing kecurigaan salah seorang tokoh, yaitu Mamet, yang salah memahami perilaku psikopat sebagai sesuatu yang tampak jelas dari luar Dari plot yang nampaknya biasa biasa saja, seperti teenlit atau sinetron percintaan remaja, secara bertahap, setingkat demi setingkat plot menanjak menjadi prankster mengerjai orang hingga mencapai klimaksnya, yaitu thriller, permainan mengerikan yang amat mengejutkan, mendadak dan menghentak Mungkin sebagian pembaca merasa kurang nyaman dengan penguraian bertahap yang terkesan lamban Beberapa interaksi dalam tiap bab terkesan numpang lewat , padahal memuat fakta penting tentang hubungan setiap tokohnya Juga berhubungan erat dengan apakah itu akan memicu tindakan psikopatik atau tidak, semacam tarik ulur saat memancing ikan.Yang jelas, saya sendiri merasa Adham sebagai penulis menggunakan semacam teknik untuk menyihir pembaca, menguji kesabaran mereka yang mencari thriller dalam sisipan teenlit padahal itu adalah klimaks, lalu ditutup dengan beberapa bab kesimpulan untuk menyampaikan pesan pesan moral dan perubahan yang terjadi akibat thriller itu Tentunya rangakaian teka teki semacam Kotak Pandora atau Rubik itu perlu pula disimak Para protagonis jelas telah melakukan usaha untuk mencegah thriller terjadi, namun si antagonis yang rupanya telah mempersiapkan segalanya dengan matang keburu bertindak Kengerian terjadilah, jadi tinggal satu hal yang bisa dilakukan Pandu, si protagonis utama, yaitu bertaruh nyawa demi kebabasannya, dan perlu saya tambahkan, dengan cara menghentikan si antagonis Caranya secara rinci Silakan anda ungkap sendiri dengan membeli dan membaca novel ini Dari segi karakter, pendalaman karakter Anggi, pengembangan karakter Pandu dan perubahan cukup dramatis pada diri karakter Mamet dan banyak lainnya akibat Rahasia Hujan ini patut disimak Namun, saya sendiri juga berhasil dibuat berpikir, apa harus, apa perlu ada kejadian ekstrim dan orang orang yang berperilaku ekstrim supaya terjadi perubahan yang signifikan dalam masyarakat Kenyataannya, kesadaran masyarakat umumnya tak timbul dengan sendirinya Bahkan, walau terjadi satu dua kejadian ekstrim, begitu gaung nya menghilang, masyarakat kembali lupa dan berbalik lagi melakuan kesalahan kesalahan lama yang sama Pendalaman agama dan pemberian kasih sayang yang disajikan sebagai sesuatu yang menyenangkan, menarik dan menggairahkan secara berkesinambungan bisa jadi solusi untuk membawa perubahan positif dalam budaya masyarakat, dan harap saja, jadi vaksin yang mencegah pola pikir psikopat Kesimpulannya, salut untuk Adham yang cukup berhasil menyihir pembaca lewat karya thriller berselubung teenlit ini Sedikit saran, mungkin plotnya bisa diperhalus dengan menghilangkan atau mengganti petunjuk petunjuk yang terlalu menjurus Contohnya, mengganti gambar gambar seram dengan gambar orang, benda atau tempat yang melulu diguyur hujan Juga, untuk mengelabui calon pembeli, diberikan kontradiksi antara desain cover teru teru bozu di tengah hujan yang digantung di atas pohon, tanpa efek darah, warna cover cerah atau bernuansa biru dengan tetap mencantumkan Sebuah Novel Thriller di atasnya Akhir kata, melengkapi nuansa takhayul Jepang di novel bersetting Indonesia ini, biarkanlah saya menembang,Teru teru bozu, teru bozuBuatlah esok hari yang cerahSeperti langit di mimpiJika besok cerah, aku akan memberikan bel emasTapi bila tidak, biarlah kau terus tergantung di sana, menurunkan hujan darah.


  10. says:

    Tentang Rahasia Hujan, KEREEENNN Puas banget endingnya walau ada kehilangan di dalamnya Kukira akhirnya Gi itu ditangkap, lho Tapi, emang enggak ada cara lain sih selain itu Kasihan sama dia sih, tapi mau gimana lagi Hmm, kayaknya dia terpengaruh dengan film film yang dia tonton deh Sama lingkungan juga.Nadine


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Rahasia Hujan summary pdf Rahasia Hujan, summary chapter 2 Rahasia Hujan, sparknotes Rahasia Hujan, Rahasia Hujan 8a25618 Sekolah Pandu Kedatangan Murid Baru Dari Jepang, Seorang Anak Pendiam Yang Misterius Sebagai Teman Sebangku, Pandu Merasa Harus Bersikap Ramah, Meski Anggi Si Murid Baru Terus Bersikap DinginPada Akhirnya, Kebaikan Hati Pandu Membuat Anggi Jatuh Cinta Tapi Pandu Sudah Punya Pacar Seorang Gadis Cantik Bernama Nadine Ketika Rasa Sayang Anggi Berubah Menjadi Obsesi Berbahaya, Pandu Dan Teman Temannya Terseret Ke Dalam Sebuah Permainan MengerikanDan, Pandu Harus Bertaruh Nyawa Demi Kebebasannya Sebab Demi Bersamamu, Akan Kulakukan Segalanya

  • Paperback
  • 272 pages
  • Rahasia Hujan
  • Adham T. Fusama
  • Indonesian
  • 10 August 2019
  • 9789797958572

About the Author: Adham T. Fusama

Adham T Fusama adalah nama pena penulis yang sudah menyukai dunia buku dan tulis menulis sejak usia 7 tahun Buku buku yang telah diterbitkannya antara lain Dead Smokers Club part 1 2013 , Rahasia Hujan 2014 , Dead Smokers Club part 2 2015 , Dead Smokers Club part 3 2017 , dan Surat dari Kematian 2018.Pernah bekerja sebagai editor fiksi dan nonfiksi di penerbit besar maupun independen Seja